Mengenai Saya

Foto saya
aku adalah kamu, kamu adalah aku,

Selasa, 08 Maret 2022

Belajar Dimana Saja Dengan Google Classroom

 

Suluh Nusa, Denpasar – Guru bukan satu satunya sumber belajar. Saat ini siswa dapat belajar dari berbagai tempat utamanya internet yang menyajikan banyak sekali sumber belajar yang lebih menarik dari apa yang diberikan dalam kelas konvensional.

Peran guru kian bergeser. Siswa lebih tertarik pada handphone dari pada penjelasan guru. Alasannya handphone menghadirkan beragam informasi. Bisa sambil chating, menonton video, atau mencari hal hal baru yang tidak mereka temukan di kelas.

Karenanya guru dituntut untuk selalu selangkah lebih maju dalam mempersiapkan proses belajar mengajar yang dapat mengakomodasi kebutuhan dan minat siswa. Terutama sekali yang berkaitan dengan teknologi informatika.


Beruntung saya mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan pelatihan online yang diadakan oleh komunitas-komunitas peduli pendidikan. Awalnya saya tertarik karena melihat perkembangan teknologi yang begitu pesat dan keinginan untuk mengubah cara mengajar dari konvensional ke kelas yang modern. Saya belajar banyak dari nara sumber maupun dari video youtube yang begitu mudah diakses.

Dalam satu kesempatan saya mendengar tentang google classroom. Saya mulai mempelajarinya dari video youtube. Aplikasi ini selain menarik juga banyak manfaatnya. Diantaranya memudahkan guru memberikan materi, siswa belajar mandiri, memudahkan mengevaluasi serta memudahkan dalam menganalisis dan mengarsipkan hasil evaluasi.

Google Classroom

Aplikasi ini  disediakan oleh google yang dapat diakses dengan mengetik classroom.google.com di browser atau mengunduh pada playstore untuk android. Aplikasi ini bisa dijalankan dengan atau tanpa mengunduh terlebih dahulu, serta dapat digunakan pada windows dan android.

Setelah masuk dalam classroom yang pertama kita lakukan adalah membuat akun. Bisa juga masuk akun google yang kita gunakan. Kemudian kita akan membuat kelas sesuai yang kita inginkan. Kita bisa membuat beberapa kelas sesuai dengan tugas mengajar kita.

Beberapa fitur pendukung dalam aplikasi ini adalah forum (Stream), Tugas Kelas (Classwork), Anggota (People) dan Nilai.

Forum (Stream)

Fitur ini merupakan tampilan awal. Disini guru bisa memberikan pengumuman atau arahan-arahan yang bersifat umum. Dalam fitur ini, terlihat pula apa yang ditambahkan dalam Classroom. Jika diijinkan, siswa dapat juga mengunggah sesuatu baik tulisan maupun gambar untuk dilihat oleh semua peserta.

Tugas Kelas (Classwork)

Fitur ini merupakan tempat guru memberi tugas yang diinginkan. Dalam fitur ini, guru juga bisa membuat topik yang diinginkan agar classroom terlihat rapi. seperti video pembelajaran, materi atau bahan ajar, tugas, atau penilaian sebanyak yang diinginkan.

Masing masing topik tersebut mengelola tugasnya sendiri. Misalnya di topic Video Pembelajaran guru dapat menambahkan video-video pembelajaran yang harus ditonton oleh siswa. Pada topic Bahan Ajar/Materi, guru dapat menyisipkan file file materi pembelajaran yang harus dipelajari siswa. Pada Penilaian, siswa dapat mengerjakan secara online/daring tugas yang diberikan.

Anggota (People)

Guru dapat menambahkan anggota yang adalah siswanya sendiri. Bisa dengan memasukkan email siswa masing-masing atau mengundang dengan kode kelas. Kode kelas terlihat pada bagian tampilan awal.

Nilai

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, google classroom memudahkan menganalisis nilai dan mengarsipkannya. Tugas tugas yang dikerjakan siswa dapat langsung terlihat nilainya jika menggunakan format pertanyaan (question). Siswapun dapat langsung mengetahui nilai dari tugas yang dikerjakannya.

Sedangkan jika menggunakan format assignment, siswa mengunggah file atau foto tugas yang dikerjakannya. Tugas tersebut seperti menggambar atau membuat karangan dan lain lain.

Untuk tugas yang sudah diperiksa, nilai akan masuk secara otomatis perkelas juga perindividu.

Kemudahan belajar menggunakan Google Classroom

Saya merasa sangat terbantu dengan ini. Selain dapat dilakukan saat pembelajaran di kelas agar lebih menarik, terkadang sebagai guru, saya dihadapkan pada tugas-tugas di luar jam mengajar, misalnya mengikuti diklat atau sebagai individu, guru juga dihadapkan pada peran di keluarga dan masyarakat sehingga harus meninggalkan kelas dalam beberapa waktu. Disinilah manfaat dari penggunaaan classroom ini. Saya bisa memberikan tugas pada siswa untuk membaca materi yang diunggah dalam fitur tugas kelas atau menonton video pembelajaran. Kemudian dapat menugaskan siswa untuk mengerjakan tugas pada topic penilaian. Memeriksapun sangat mudah. Bahkan untuk question, saya tidak perlu memeriksa sebab sudah langsung diberikan nilai oleh sistem.

Dalam pelaksanaannya, siswa menggunakan perangkat berupa handphone atau laptop untuk mengerjakan tugas secara mandiri. Selain itu siswa dapat memanfaatkan perangkat eletronik tersebut dengan maksimal sebagai sumber belajar. Ketika guru berada dalam kelas, aplikasi ini bisa juga digunakan agar pembelajaran lebih menarik karena sebagian besar siswa sangat tertarik jika pembelajaran menggunakan perangkat elektronik.

Respon siswa ketika pertama kali diajak belajar menggunakan google classroom sangat senang dan seru. Rasa ingin tahunya muncul. Mereka banyak bertanya . Baik tentang cara massuk ataupun cara menjawab soal.

Penggunaan google classroom biasanya pada siswa menengah ke atas, tapi tidak menutup kemungkinan pada sekolah dasar kelas atas yang ada diperkotaan dimana akses internet dapat dijangkau dengan mudah. Namun penggunaan aplikasi ini tidak memungkinkan untuk siswa di daerah yang tidak terjangkau internet. Ke depan diharapkan pihak pihak terkait dalam hal ini pemerintah dapat memperhatikan akses internet ke wilayah wilayah di seluruh tanah air sehingga memudahkan siswa untuk mendapatkan sumber belajar yang memadai.**

Luh Widyastuti

Guru di SDN 1 Peguyangan, Denpasar.

Kamis, 30 April 2015

SARASWATI : SEMAKIN BELAJAR SEMAKIN BODOH

Peringatan turunnya ilmu pengetahuan yang dilakukan tiap enam bulan dalam hitungan kalender Bali, tepatnya Saniscara Umanis Wuku Watugunung, disambut meriah oleh umat Hindu utamanya sekali menjadi istimewa bagi para pelaku pendidik khususnya di Bali. Di setiap sekolah umum di Bali diadakan persembahyangan .

Saraswati adalah nama suci untuk menyebut Dewi Ilmu Pengetahuan. Saraswati berasal dari kata saras dan wati . Saras berarti yang mengalir , wati berarti memiliki. Dewi Saraswati dilambangkan sebagai seorang wanita cantik yang membawa ganitri, wina, lontar, kuncup teratai, serta burung merak dan angsa di kiri kanannya.

Genitri atau tasbih adalah lambang bahwa ilmu pengetahuan itu tidak pernah berakhir sepanjang hidup dan tak akan pernah habis dipelajari. Lontar atau buku adalah lambang sumber ilmu pengetahuan. Wina atau alat musik ( semacam gitar kecil, red ) adalah mencerminkan bahwa ilmu pengetahuan dapat mempengaruhi rasa estetika/keindahan dari manusia. Kuncup teratai sebagai stana atau  linggih atau tempat singgasana Hyang Widhi. Sedangkan burung merak melambangkan bahwa ilmu pengetahuan itu agung dan berwibawa. Orang yang memiliki ilmu pengetahuan akan terlihat agung dan berwibawa. Sedangkan Angsa adalah hewan yang mampu membedakan makanan sekalipun di tempat berlumpur. Artinya, bahwa orang yang memiliki ilmu pengetahuan akan mampu membedakan baik dan buruk dalam kehidupannya.

Saraswati berarti sesuatu yang memiliki atau mempunyai sifat mengalirkan secara terus menerus air kehidupan dan ilmu pengetahuan. Dari arti ini, maka terungkap bahwa Dewi Saraswati yang selama ini lebih dikenal hanya sebagai Dewi ilmu pengetahuan. Ternyata juga merupakan dewi sungai sebagai sumber Dewi Kehidupan. Itulah sebabnya di India tanah kelahiran Hindu, Saraswati di kenal juga sebagai salah satu nama sungai yang dipandang suci yaitu sungai Saraswati.

Pada hari ini adalah waktu yang sangat baik dan tepat untuk memohon kepada Tuhan  agar dianugrahkan vidya (ilmu pengetahuan) dan kecerdasan, sehingga kita akan terbebas dari avidya (kebodohan) dan menuju ke pencerahan atau kebahagiaan abadi  

Hari Saraswati adalah hari pemujaan Ida Sang Hyang Widhi dalam kekuatannya menciptakan  ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dalam agama Hindu dilambangkan sebagai wanita cantik, dimana merupakan simbolis bahwa ilmu pengetahuan itu menarik bagi semua orang.

Umat manusia merasa tertarik untuk mempelajari ilmu pengetahuan seperti melihat wanita cantik. Karena itu ilmu pengetahuan dalam agama Hindu dilambangkan dengan Dewi Saraswati. Ibaratnya semakin banyak belajar maka kita akan merasa semakin bodoh, artinya semakin perlu belajar dan belajar lagi. Terbukti dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang semakin berkembang sejak mulai munculnya peradaban umat manusia

Ilmu pengetahuan merupakan harta yang tak ternilai harganya, sebab selama manusia itu hidup, ilmu pengetahuan yang dimilikinya tidak akan habis atau berkurang malah akan bertambah terus sesuai dengan kemampuannya menyerap ilmu pengetahuan. Lain halnya dengan harta benda duniawi yang sewaktu-waktu bisa habis, kalau tidak cermat memanfaatkannya. Ilmu pengetahuan merupakan senjata yang utama dalam meningkatkan kehidupan dunia ini. Orang bisa mencapai kedudukan yang terhormat, kewibawaan, kemuliaan kalau memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi.


Hari Saraswati seyogyanya bukan hanya sebuah peringatan. Hari Saraswati semestinya dimaknai secara luas. Hal yang paling penting dan harus kita petik hikmah dari setiap perayaan hari raya Saraswati ini adalah bukan hanya sekedar memperingati hari turunnya ilmu pegetahuan, tetapi lebih dari itu bahwa kita harus menginstropeksi diri seberapa banyak kita telah menggunakan atau memanfaatkan ilmu pengetahuan yang kita miliki guna peningkatan kwalitas spiritual diri sendiri maupun untuk kebahagiaan dan kesejahteraan orang lain. Dengan demikian diharapkan agar perayaan Hari Saraswati kali ini mampu meningkatkan kesadaran bagi umat khususnya dalam penerapan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Sebab ilmu pengetahuan tidak pernah habis habisnya apabila dimanfaatkan bahkan akan semakin berkembang. 

Jumat, 10 April 2015

ADA BARONGSAI DI PURA

Memasuki areal pura , suasana sakral sore itu sangat terasa.  Disamping umat Hindu yang sedang melaksanakan persembahyangan juga terlihat persiapan diadakannya upacara mepepada atau melaksanakan korban suci seekor kerbau.  Kerbau tersebut disucikan terlebih dahulu sebelum dipersembahkan sebagai korban suci yang tujuannya adalah menunjukkan sujud bakti terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sedangkan dari luar candi bentar atau pintu masuk pura terlihat atraksi Barongsai memasuki areal pura jaba tengah.

Bukan suatu hal yang kebetulan bila ada sebuah pura di Bali yang mementaskan atraksi Barongsai dalam setiap piodalan. Pura tersebut adalah Pura Dalem Balingkang yang terletak di Kabupaten Bangli , Kecamatan Kintamani, Desa Pinggan.  Desa yang terletak sekitar 15-20 kilometer ke arah timur laut dari Pura Puncak Penulisan di jalur Denpasar Singaraja lewat Kintamani.  Atau sekitar  60 km dari Kota Denpasar.

Udara sejuk khas pegunungan, menyapa umat Hindu yang hendak bersembahyang ke Pura Dalem Balingkang. Hari itu tepat pada Purnama Sasih Kelima, diadakan piodalan di Pura Dalem Balingkang. Upacara yang diadakan setiap tahun sekali itu selalu selalu diadakan tepat pada Purnama sasih kelima, penanggalan Bali atau saat bulan purnama sekitar bulan Nopember.

Struktur  bangunan pura, tergolong unik karena menyerupai sebuah istana raja. Pura Dalem Balingkang memang dipercaya konon sebagai istana Raja Maya Danawa dan kemudian dijadikan pura oleh umat Hindu setempat.  Komplek pura pertama atau di awal adalah Pura Tanggun Titi di ujung sebuah jembatan diatas Sungai Melilit dan  disana terdapat pula sumber mata air atau disebut Taman. Disinilah kerbau yang akan dikorbankan tersebut disucikan.

Kompleks kedua adalah tanah lapang , dulu sering dipakai tempat penginapan bagi umat yang hendak bermalam di pura. Berikutnya adalah jaba tengah. Dan terakhir jeroan atau komplek utama. Salah satu yang sangat menarik dalam kompleks jaba tengah adalah pelinggih atau tempat pemujaan  Ratu Ayu Mas Subandar. Pelinggih tersebut di dominasi oleh warna merah dan kuning emas dengan nuansa tempat pemujaan bagi umat Budha atau wihara.  Di Pura ada wihara?  Sekelebat pertanyaan muncul.  Kesan pertama adalah wujud toleransi yang luar biasa. 

Saya mencoba menelusuri asal muasal adanya pelinggih yang bernuansa Cina di dalam Pura Dalem Balingkang. Tersebutlah seorang raja yang bernama Raja Jaya Pangus Harkajalancana yang memerintah wilayah Pinggan di tahun 1103-1191 Saka  atau 1181 – 1169 Masehi.  Pada saat pemerintahan beliau datanglah seorang pedagang dari Cina yang bernama  Tuan Subandar dan putrinya yang bernama Kang Cing Wie. Karena kecantikan putri pedagang dari Cina tersebut maka Raja Jaya Pangus menjadikannya istri kedua yang bergelar Sri Mahadewi Sasangkaja Cihna atau Kang Cing We.

Setelah istri keduanya tersebut meninggal, karena cintanya, dibuatkanlah sebuah tempat pemujaan yang diberi nama Pelinggih Ratu Ayu Mas Subandar, untuk memuliakan dan memujanya. Sampai hari ini pelinggih tersebut dipuja oleh masyarakat Tionghoa khususnya dan masyarakat Bali pada umumnya.



Adapun asal muasal nama Pura Dalem Balingkang adalah merupakan gabungan dari kata Bali-Ing-Kang dan kemudian lama kelamaan dalam pengucapan menjadi Balingkang. Selain mempunyai fungsi religious, untuk meningkatkan iman dan takwa terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa, pelinggih Ratu Ayu Mas Subandar juga berfungi sosial yaitu meningkatkan persatuan serta terjalinnya hubungan harmonis antar umat beragama dan fungsi akulturasi dengan adanya kebudayaan baru dalam bentuk bangunan, yang merupakan perpaduan antara budaya Bali dan Tionghoa (Cina)

Yang unik dalam setiap perayaan piodalan di Pura Dalem Balingkang adalah dipertunjukkannya atraksi Barongsai. Barongsai yang diyakini umat dari etnik Tionghoa. Kala itu pasukan dari raja Song Wen kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Seorang panglima perang bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan itu. Dan ternyata upaya itu sukses sehingga akhirnya tarian Barongsai itu melegenda sampai sekarang.

Barongsai juga merupakan cermin dari pola pikir orang Tionghoa yang terwujud dalam pertunjukan Barongsai. Menurut Wu Chenxu, Guo Licheng dan Ye Deming, dalam bukunya Shongguo de Fengsu Xiguan (Taipeh,1977) menyatakan bangsa Toinghoa adalah bangsa yang mengutamakan kebersamaan dan tidak bersifat individualis, dimana dalam tarian Barongsai diperlukan kekompakan sehingga tercipta sebuah pertunjukkan yang dinamis dan yang menarik.